Pages

Selasa, 18 September 2012

Lebih Taat Kepada Tuhan

Lebih Taat Kepada Tuhan 


Nats Bacaan: Kis 4: 26-33

Tulisan taat, jika ditulis secara vertikal, dibaca dari atas atau dari bawah artinya tetap sama. Jika ditulis miring empat puluh lima derazat, lalu dibaca dari sisi manapun, artinya tetap sama. Dengan cara bagaimanapun kita menuliskannya dalam bahasa Indonesia, maka kata taat tetap memiliki  makna yang sama.

Makna taat memang luar biasa dahsyat. Orang yang taat kepada Tuhan Yesus, meski dijungkir balikkan, walau menghadapi ancaman mati, tetap memilih untuk lebih taat kepada Tuhan Yesus daripada kepada yang lain. Namun, bukti taat ini baru bisa teruji melalui tantangan hidup yang sebenarnya.

Mengucapkan kata taat benar-benar tidak semudah membuktikannya didalam kehidupan ini. Memang, mudah untuk mengungkapkan kata taat, apalagi ketika kita sedang bahagia. Namun, apakah kita masih taat ketika sedang berada didalam tekanan hidup yang berat? Taat itu berarti apapun yang terjadi, waktu susah, waktu senang, saat diancam atau saat dipuji, kita tetap memilih untuk mempercayai Tuhan Yesus Kristus diatas segalanya.

Ketika Petrus dan Yohanes dilarang untuk mengajar dalam nama Tuhan Yesus, keduanya secara sengaja memilih  untuk membayar harga yang pantas dalam melayani Tuhan. Alih-alih takut kepada ancaman, malah kedua hamba Tuhan ini justru semakin teguh mengajar didalam nama Tuhan Yesus.

Padahal, larangan yang diberikan kepada keduanya adalah larangan yang keras. Suatu larangan yang disertai dengan ancaman hukuman penjara! Bahkan, lebih dari itu, dengan mengajar didalam nama Tuhan Yesus, keduanya harus siap menghadapi pengadilan massa!

Meski demikian, Rasul Petrus dan Yohanes tidak  berpikir untuk mundur dalam melayani TuhanYesus. Dengan tegas, kedua rasul ini mengungkapkan jawaban atas semua pertanyaan Imam Besar. Tidak ada rasa takut, tidak ada keraguan, dan tidak ada kata-kata plin-plan dari jawaban kedua hamba Tuhan ini.

"Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia." Jawaban ini adalah jawaban yang disampaikan dengan penuh keyakinan iman. Perkataan ini adalah perkataan yang disampaikan ditengah pengadilan mahkamah agama. Ungkapan iman ini didengar oleh semua orang yang menentang keras ajaran Yesus Kristus.

Bagaimana dengan kita, apakah kita berani bersikap lebih taat kepada Tuhan Yesus Kristus meskipun ditengah ancaman, kesulitan dan persoalan hidup? Apakah kita tetap bersikap lebih taat kepada Tuhan Yesus Kristus saat diperhadapkan pada hukuman, cibiran, dan pukulan yang mematikan?  (Bertinus Sijabat-Yogyakarta)

0 komentar:

Posting Komentar