Pages

Rabu, 19 September 2012

Penipu Tertangkap Oleh Tuhan

Penipu Tertangkap Oleh Tuhan


Nats Bacaan: Maleakhi 3:6-12

Tentu, tidak ada satu orangpun manusia dimuka bumi ini yang senang disebut sebagai tukang tipu. Apalagi, jika kita merasa bahwa kita sudah berusaha menjalani hidup ini dengan baik. Bukan hanya tidak suka, malah bisa jadi orang yang menuduh serta merta menjadi sasaran empuk kemarahan kita. Mungkin, tidak sekedar caci maki yang keluar dari bibir mulut kita, malahan bisa jadi urusannya masuk ke ranah hukum.

Namun, jika pernyataan bahwa kita sebagai penipu datang dari Tuhan sendiri, apakah masih ada jawaban pembelaan yang bisa kita sampaikan? Pengacara terbaik kaliber paling wahid sedunia saja, bahkan tidak mampu membela pernyataan Tuhan yang disematkan kepada kita bukan?

Nah, bangsa Israel pun tidak terima ketika disebut sebagai penipu. Bangsa Israel tidak mau disebut sebagai bangsa yang meninggalkan Tuhan. Padahal, dengan tegas Tuhan sudah menyebutkan kesalahan mereka: menyimpang dari ketetapan Tuhan dan tidak memelihara ketetapan Tuhan (Mal 3:6-7). Meski Tuhan sendiri yang menegaskan kesalahan mereka, namun mereka masih saja berusaha bersilat lidah mencari sejuta alasan.

Mal 3:8 menyebutkan,"Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku." Sebuah pertanyaan tegas dari Tuhan dijawab dengan pernyataan yang juga sangat tegas. Tuhan sendiri menyatakan bahwa manusia telah menipu Tuhan dengan apa yang dilakukannya dan dengan apa yang tidak dilakukannya. Kita menipu Tuhan dengan tidak melakukan ketetapan-Nya, dengan menyimpang dari ketetapan-Nya dan dengan cara tidak memberikan apa yang menjadi milik Tuhan sendiri.

Bisa jadi, kita adalah warga yang taat bayar pajak, tokoh teladan di dalam komunitas kita, atau malah adalah seorang dermawan yang terkenal dimana-mana. Secara manusia, mungkin kita adalah contoh panutan yang dielu-elukan oleh masyarakat luas. Namun, jika kita hanya hebat dihadapan manusia, namun justru adalah penipu dihadapan Tuhan, maka apakah arti semua perbuatan kita? 

Penipu, dalam perspektif Tuhan adalah seorang manusia yang tidak memberikan persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! Nah, predikat penipu ini akan terus melekat pada kita jika kita tidak membereskan kejahatan kita dengan cara membayarnya! Jika demikian, apakah kita mau selalu dikatakan oleh Tuhan sebagai penipu? Predikat sebagai penipu hanya akan dihapuskan tatkala kita membayar perpuluhan dihadapan Tuhan!

Bagi kita yang sudah membayarkan persembahan persepuluhan dan persembahan khusus, Tuhan juga menjanjikan hal-hal yang dahsyat dan luar biasa.  Selain daripada predikat penipu pasti dihapuskan oleh Tuhan, maka Tuhan menjanjikan berkat hidup yang sangat indah. Hal-hal apakah yang terjadi ketika kita memberikan persembahan kita sebagai bentuk ketaatan?

1. Dengan membawa persembahan persepuluhan, kita menyediakan makanan dirumah Tuhan. (Mal 3: 10-11) Persembahan yang kita berikan kepada Tuhan akan memberi ucapan syukur bagi hamba-hamba Tuhan yang melayani Tuhan dengan sepenuh hati. Ketersediaan makanan di rumah perbendaharaan akan membuat para hamba Tuhan dapat melayani dengan lebih fokus, lebih terarah, dan lebih sungguh-sungguh lagi.

2. Dengan membawa persembahan persepuluhan,  kita mendapat kesempatan untuk menguji Tuhan. (Mal 3: 10-11). Luar biasa, tidak ada bagian manapun didalam Alkitab sebuah kesempatan dimana manusia diberi kemungkinan untuk menguji Tuhan. Lumrahnya, manusialah yang mengalami ujian dalam kehidupan ini oleh karena pilihan maupun perkenan Tuhan. Namun, dengan memberi persembahan perpuluhan, maka manusia diberi kesempatan untuk menguji Tuhan sendiri. Jadi, dengan memberi persembahan perpuluhan, Tuhan sendiri menjanjikan akan membuka tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat sampai berkelimpahan. Siapa yang tidak mau?

3. Dengan membawa persembahan persepuluhan, kita akan mengalami kebahagiaan. (Mal 3: 10-12)  Pengakuan akan kebahagiaan kita bukan hanya datang dari orang sekitar kita, malah pengakuan pada kebahagiaan kita mendapat pengakuan dari bangsa-bangsa! Hal ini berarti bahwa berkat membawa persembahan persepuluhan bukan hanya menyangkut berkat personal namun juga berkat korporasi! Ketika kita membawa persembahan persepuluhan maka komunitas kita juga akan terberkati dengan semua itu.

Masihkah kita mau hidup dalam keadaan kena kutuk? Masihkah kita betah dengan sebutan sebagai penipu dihadapan Tuhan? (Mal 3:9). Atau maukah kita mengalami kehidupan yang penuh kebahagiaan dihadapan Tuhan dan manusia? Jika kita mau diberkati, maka marilah kita memberikan persembahan persepuluhan kita ke gereja kita masing-masing. Tuhan Yesus memberkati kita semua. (Bertinus Sijabat- Yogyakarta)

0 komentar:

Posting Komentar